mwn

Please Visit

  • Text Promosi

  • Sponsor

Ads :

 

Sponsor

Ads Here

Online
We have 2 guests online
Bentang Alam
Welcome to Bentang Alam
Bentang Alam atau VirtueWork adalah kelompok kreatif, yang fokus bekerja untuk memberikan layanan online. Layanan online dimaksud webcare, yaitu mulai dari pengerjaan awal, maintenance, update hingga memutakhirkan sistem dengan edisi terbaru. VirtueWork bekerja berbasis Content Management Sistem dengan layanan melalui internet, yang terbuka bagi umum.
  • Gus Solah & Korban Lapindo Membuka StoS Festival 2010
    Siaran Pers StoS Festival 2010, 22 Januari 2009

    Gus Solah & Korban Lapindo Membuka StoS Festival 2010

    South to South – StoS Film Festival 2010 dimulai hari ini. Dari film-film
    yang akan diputar, Anak-Anak Lumpur merupakan film terpilih yang diputar
    pada pembukaan Festival. Film ini menceritakan kondisi anak-anak korban
    lumpur Lapindo, yang luput dari perhatian. Salahuddin Wahid, yang akrab
    dipanggil Gus Solah bersama wakil anak korban lumpur Lapindo, malam ini
    akan membuka Festival yang berlangsung selama tiga hari ini.
Visitors Counter
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday99
mod_vvisit_counterYesterday80
mod_vvisit_counterThis week99
mod_vvisit_counterLast week860
mod_vvisit_counterThis month99
mod_vvisit_counterLast month3747
mod_vvisit_counterAll days35237

Online (20 minutes ago): 11
Your IP: 38.107.191.111
,
Today: Aug 01, 2010
Contact
My Google Page Rank
My Google Page Rank
Site Rank

Site-Rank

Support HELP
H E L P

 

Karuya

 

Saung de JATAM

Flash Design Web Flash Design web Flash. Butuh web berbasis Flash??..Click
Rakata SAVE RAKATA Selamatkan Rakatan dari kerakusan industri tambang.!!
 
Saung de JATAM Saung de JATAM Saung de JATAM on Setabur. Untuk turut membantu program FundRaising JATAM. Setabur memberikan ruang khusus untuk Saung. Simak updatenya
PTC Panen Raya Setelah sekian lama kerja klik. Saatnya panen tiba, akhir bulan Oktober sebagian besar PTC program akan menuai hasil. Yeehui...bravo
 

Senin, 26 Oktober 2009 | 03:52 WIB

Jakarta, Kompas - Salah satu penyebab kerusakan lingkungan di Indonesia adalah kegiatan pertambangan terbuka yang tidak terkontrol, bahkan sudah berlebih jumlahnya. Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta mengatakan perlunya pembatasan izin baru.

Read more...

 

Kompas, 16/10/2009

Jumat, 16 Oktober 2009 | 03:32 WIB

Jakarta, Kompas - Masyarakat di sekitar kawasan hutan yang ingin membangun hutan tanaman rakyat tak perlu khawatir kesulitan modal. Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan Departemen Kehutanan menyediakan Rp 840 miliar untuk kredit pembangunan hutan tanaman rakyat oleh kelompok tani atau koperasi.

"Ada dua pemegang izin hutan tanaman rakyat (HTR) di Sumatera Utara dan Maluku Utara yang sudah mengajukan pinjaman," ujar Kepala Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (P3H) Dephut Deny Kustiawan di Jakarta, Kamis (15/10).

P3H kini mengelola dana reboisasi Rp 1,4 triliun. Sebagian dana reboisasi itu untuk kredit pembangunan HTR, sebagian lainnya, Rp 560 miliar, untuk hutan tanaman industri.

Masyarakat lewat kelompok tani atau koperasi, kata Deny, dapat membangun HTR dengan mengajukan izin ke bupati.

Bupati menerbitkan SK pencadangan kawasan hutan produksi untuk HTR atas nama kelompok tani atau koperasi. Selanjutnya, Menhut menerbitkan izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu HTR.

Menurut Roni Saifullah dari Direktorat Bina Pengembangan Hutan Tanaman Dephut, HTR dibangun secara swadaya, kemitraan, atau pola pengembang.

Swadaya artinya petani membangun sendiri. Adapun kemitraan adalah petani boleh menggandeng pihak lain untuk membangun HTR.

Pola pengembang berarti investor membangun HTR lalu menjual ke masyarakat melalui P3H. Masyarakat mengangsur pembayaran lewat P3H.

Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Ahli Ekonomi Islam Agustianto, pinjaman pola syariah, yaitu pemilik modal dan pekerja membagi risiko usaha, cukup adil untuk dijalankan dalam bisnis HTR. "Lembaga keuangan syariah harus memanfaatkan potensi pembiayaan pembangunan HTR ini," ujarnya. (ham)

 

Kompas, 15/10/2009
Perlu Menghitung Karbon dalam REDD

Kamis, 15 Oktober 2009 | 04:33 WIB

Pontianak, Kompas - Pemerintah Jerman melalui lembaga Layanan Pembangunan Jerman memberikan bantuan hibah senilai 30 juta dollar AS bagi Pemerintah Indonesia untuk persiapan pelaksanaan program reduksi emisi dari deforestasi dan degradasi 2012.

Read more...

 

Tempointeraktif, 15/10/2009

Kamis, 15 Oktober 2009 | 07:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang Siti Maemunah mengatakan sosok menteri kehutanan mendatang, diharapkan adalah orang yang peka terhadap krisis kehutanan. "Mengutamakan keselamatan rakyat," katanya saat dihubungi Tempo, Rabu (14/10).

Siti mengatakan saat ini hutan dianggap sebagai komoditas, "HPH dan HTI sebesar-besarnya," kata dia. MS kaban, menurut Siti sangat pro investasi. "Yang dia lakukan hanya pencitraan," katanya.

Jatam, kata Siti punya sosok yang dinilai pantas untuk duduk sebagai menteri kehutanan. "Hariadi Kartodiharjo," kata Siti. Hariadi adalah Ketua Dewan Kehutanan Nasional, "Ia sangat paham persoalan kehutanan,' katanya.

Selain itu, Hariadi, kata Siti juga bisa bekerja sama dengan masyarakat sipil. "Hutan bukanlah persoalan departemen kehutanan semata," katanya. Hutan, kata Siti adalah juga ruang hidup masyarakat.

Tentang munculnya nama Presiden Partai Keadilan Sejahtera Tifatul Sembiring dan Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan dalam bursa calon menteri kehutana, "Mereka tidak punya pengalaman dan tidak tahu soal kehutanan,' kata Siti.

Sekarang ini yang terjadai adalah transaksi politik, kalau sudah begitu, "Persoalan kriteria selesai," katanya.

IQBAL MUHTAROM



 

 

WordLinx - Get Paid To Click

Popular 1:1 Traffic Exchange

Stos Festival