|
Design Web Flash
Design web Flash. Butuh web berbasis Flash??..Click
SAVE RAKATA
Selamatkan Rakatan dari kerakusan industri tambang.!!
Saung de JATAM
Saung de JATAM on Setabur. Untuk turut membantu program FundRaising JATAM. Setabur memberikan ruang khusus untuk Saung. Simak updatenya
Panen Raya
Setelah sekian lama kerja klik. Saatnya panen tiba, akhir bulan Oktober sebagian besar PTC program akan menuai hasil. Yeehui...bravo
Penolakan Eksplorasi Migas di Sumenep Nyaris Anarkis
Sumenep - Ratusan warga Desa Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura menolak eksplorasi migas di Dusun Brakas yang akan dilakukan oleh perusahaan SPE Petroleum Ltd.
|
|
Penolakan tersebut dilakukan dengan cara menghadang 7 mobil yang akan masuk ke lokasi eksplorasi. Bahkan, aksi penolakan itu nyaris ke arah tindakan anarkis. Warga hampir saja membakar mobil tersebut.
Tidak hanya itu, warga yang juga membawa senjata tajam (sajam) juga melakukan ancaman. Mereka berteriak akan menghabisi para pekerja eksplorasi migas jika tetap bekerja.
Informasi yang dihimpun, unjuk rasa yang ini dilakukan warga karena mereka mendapat informasi atau sosialisasi mengenai rencana eksplorasi migas tersebut, sehingga penolakan tersebut terpaksa dilakukan.
Selain itu, di lokasi rencana eksplorasi migas juga terdapat kuburan tua milik warga setempat. Meski nantinya pihak pengeboran akan memberikan ganti rugi, namun sulit untuk meluluhkan warga setempat.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat, KH Novil Sidqi mengatakan, warga ketakutan dengan rencana eksplorasi migas tersebut.
"Warga di sini tidak paham apa itu eksplorasi, karena selama ini tidak ada sosialisasi, moro-moro datang 7 mobil dan alat berat untuk melakukan eksplorasi. Ini kan tidak masuk akal dan pantas warga mengusir hingga nyaris membakar mobil mereka," kata Novil kepada wartawan di lokasi penghadangan.
Akibat mendapat hadangan dari ratusan warga, para pekerja eksplorasi memilih menyelamatkan diri akibat ketakutan. Sedangkan ketujuh mobil juga memilih meninggalkan lokasi.
Sementara, sekretaris forum kiai muda (Forkim) Kabupaten Sumenep, KH Sofyan Absi membenarkan jika warga menolak rencana eksplorasi migas tersebut.
"Warga di sini sulit menerima rencana eksplorasi migas, karena lokasinya tidak tepat, juga trauma dengan kejadian eksplorasi migas di beberapa tempat yang selalu membawa mudarat," tegas Sofyan pada detiksurabaya.com.
(bdh/bdh)
Powered by jWarlock jwFacebook Comments
Last Updated (Friday, 11 December 2009 18:08)
|























